Mengabdi menjadi guru
Kakiku untuk pertama kalinya menginjak tanah di desa ini. Ya, desa ini sangat terpencil, begitulah kata orang-orang. Aku pun sependapat dengan mereka setelah aku melihat langsung kondisi desa ini. Desa ini sangat terpencil, tak ada listrik. Ya walaupun sekitar sepuluh persen anak di desa ini yang menjamah pendidikan. Itupun mereka harus berjalan jauh karena sekolah yang paling terdekat berada di luar desa ini. Aku Dwi agusnandar. Cita-citaku menjadi seorang guru. Aku telah lulus SMA. Aku tak bisa melanjutkan pendidikanku karena aku tak punya modal cukup banyak untuk kuliah. Lalu, aku memutuskan kesini untuk memberikan ilmu yang aku punya ini kepada mereka yang tak bisa sekolah. “Oh, sampeyan mau jadi guru disini?” Tanya kepala desa. “Iya Pak, saya ingin jadi guru. Daripada ilmu yang saya miliki terbuang sia-sia, mending saya bagi ilmu saya ke mereka,” jawabku. “Oh ya nak, nama sampeyan siapa?” Tanya kepala desa. “Oh ya pak, saya sampai lupa memperkenalkan diri,” aku tertawa kem...